Journey of a Woman

LAGA CHUNARI MEIN DAAG, Journey of Woman. Sebuah karya film tentang seorang wanita tegar yang terjerumus ke dunia pelacur yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan rumah dan keluarganya.

Pengorbanan yang dilakukan di kota besar Bombay, untuk membiayai pengobatan ayah dan pendidikan adik perempuannya. Namanya adalah Vibha dengan nama panggilan Natasha pada dunia malamnya.
Rohan yang cinta kepadanya, walaupun tahu bahwa Vibha adalah seorang pelacur kelas tinggi, tetap mencintainya dan ingin menikahinya dengan mengutarakan niatnya pada malam hari di malam pernikahan adiknya.

Tetapi Vibha berusaha agar Rohan tidak menikahi dengan dirinya dengan memberikan alasan bahwa dia telah ternoda dan terjerumus ke dunia pendamping manager untuk event-event penting, sebagai kata halusnya, yang kata kasarnya adalah pelacur tingkat tinggi.

Walaupun begitu, Rohan sudah mengetahuinya.

Percakapan diantaranya yang patut kita renungkan.
Vibha berkata kepada Rohan, “Janganlah kau menikahi aku, malam ini adalah pernikahan adikku, dan adikku adalah lebih suci dari Sungai Gangga.

Janganlah engkau merusak malam teristimewa untuk adikku.” Yang kemudian di jawab oleh Rohan, “Tetapi aku melihatmu sebagai Sungai Gangga itu sendiri.”

Bagi pemeluk umat Hindu, Sungai Gangga adalah sungai suci yang menyucikan segala sesuatunya, walaupun itu dosa-dosa. Sungai Gangga tetap suci meskipun dia menampung segala hal dari dosa-dosa manusia.
Sudut pandang yang berbeda dalam hal kita melihat dunia, jika diperhatikan Sungai Gangga yang menampung segala dosa manusia, tetapi dia tetap dianggap suci bagi pendosa dan bukan pendosa.

Rohan yang berpandangan Vibha adalah yang suci, meskipun dia melayani pria-pria hidung belang di malam hari, karena hatinya bukanlah untuk melayani nafsu dari Vibha sendiri, hanyalah raganya yang dia serahkan untuk pria-pria bernafsu. Vibha adalah Sungai Gangga itu sendiri. Dia menanggung segala dosa-dosa dengan membiarkan dirinya terjerumus di dunia pelacur, tetapi dengan tujuan agar keluarganya menjadi keluarga yang terhormat, suci.

Film ini membuka mata kita, bahwa cerita seperti ini tidak hanya terjadi di dunia kaca, tetapi juga terjadi di sekitar dunia kita. Kita tidak dapat langsung memandang rendah pelacur-pelacur yang mengais dunia malam hanya untuk kelangsungan hidup keluarganya agar menjadi keluarga yang terhormat. Martabat wanita-wanita seperti ini mungkin lebih tinggi di mata Tuhan dan pada mata-mata manusia yang bijaksana. Mungkin juga kita lah yang menyebabkan mereka terjerumus ke dunia malam tersebut, mungkin kita jugalah yang tidak memberikan pilihan-pilihan yang lebih baik kepada mereka. Mungkin kita jugalah yang mempunyai andil lebih besar kepada wanita-wanita seperti Vibha ini, sehingga mereka terjerumus ke dunia malam.

Pesan dari film ini, janganlah menganggap diri kita lebih suci dari pelacur-pelacur dan janganlah langsung menghukum wanita-wanita pejuang malam tersebut sebagai wanita yang hina. Karena bisa jadi saudara punya peran sehingga wanita-wanita tersebut terjerumus ke dunia malam.

0 Responses to “Journey of a Woman”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated