DILARANG SOMBONG SELAMA KENTUT DAN TINJA MASIH BAU

Pengamatan terhadap kehidupan dapat membuat seorang manusia menjadi bijak mengarungi kehidupan.

Simbol-simbol kehidupan dapatlah diambil dari sekitar manusia itu sendiri.

Apakah layak seorang manusia menyombongkan diri di hadapan manusia lainnya, selama dia berkentut dan membuang hajat besar masih mempunyai aroma yang tidak sedap?

Apakah manusia yang memakan makanan yang mewah dan mahal dapat mempunyai hak untuk menyombongkan dirinya di hadapan manusia yang hanya memakan makanan yang sederhana dan murah?

Apa yang kita makan dapatlah berbeda, karena itu dari karunia Tuhan yang diberikan kepadanya, tetapi akhirnya menjadi sama, yaitu menjadi tinja yang tidak beraroma menyedapkan.

Makanan berasal dari tanah dan akan pula kembali menjadi Tanah.

Hal ini memberikan pelajaran kepada manusia, bahwa sesungguhnya manusia itu berasal dari penciptaan oleh Tuhan dan akan pula kembali kepada Tuhan.

Tinja yang keluar dari anus manusia memberikan pula pelajaran kepada manusia, bahwa manusia tidak pantas untuk berlaku sombong karena akhirnya pun dia akan menjadi tanah.

Selama hidupnya, manusia yang terbungkus kain sutera pada akhirnya pun akan berakhir sama dengan manusia lainnya, berakhir menjadi mayat.

0 Responses to “DILARANG SOMBONG SELAMA KENTUT DAN TINJA MASIH BAU”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated