BEKAL DAN SIMPANAN

Orangtua bijak mengatakan bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju surga atau neraka, karena itu siapkanlah bekal untuk perjalananmu itu.

Menarik sekali menyimak petuah demikian untuk merenungi perjalanan hidup ini.

Tetapi ada juga orangtua bijak mengatakan bahwa simpanlah hartamu untuk hari esokmu dan jangan dihambur-hamburkan pada hari ini.

Jika melihat petuah demikian, kita menjadi bingung, apakah maksud dari petuah-petuah demikian.

BEKAL untuk perjalanan, tetapi SIMPANAN untuk hari esokmu.

Hidup ini menjadi mudah jika kita belajar dari pengalaman

orang terdahulu dalam hal ini adalah orang-orang tua kita yang lahir lebih dahulu dalam mengarungi kehidupan ini.

Selain itu, pengalaman adalah guru yang bijak dan terbaik.

Dari petuah-petuah demikian di atas, kita bisa merenungi maksud di balik ungkapan petuah dan nasehat tersebut.

APAKAH MAKSUDNYA?

Untuk mendalami maksud petuah demikian, kita harus kembali kepada arti kata-kata yang dipakainya, yaitu:

bekal be.kal
[n] (1) sesuatu yg disediakan (spt makanan, uang) untuk digunakan dl perjalanan: mereka membawa — dl perjalanan; (2) ki sesuatu yg dapat digunakan kelak apabila perlu: ilmu pengetahuan adalah — untuk hari tua; (3) cak modal: — saya dl menempuh hidup hanyalah keberanian dan kejujuran
simpanan sim.pan.an
[n] (1) sesuatu yg disimpan (uang, barang, dsb): uang –; (2) tempat menyimpan; persimpanan: rusak dl —
perjalanan per.ja.lan.an
[n] (1) perihal (cara, gerakan, dsb) berjalan: krn kakinya cacat, ~ nya tidak sempurna; (2) kepergian (perihal bepergian) dr suatu tempat dsb ke tempat dsb yg lain: ia mendapat kecelakaan dl ~ ke Jakarta; (3) jarak (jauh) yg dicapai dng berjalan dl waktu yg tertentu: jauhnya kira-kira dua jam ~; (4) perbuatan; kelakuan; tingkah laku: ia bertanya kpd saya bagaimana ~ pegawai baru itu sebelum bekerja di sini
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/

Dari pengertian terminologi dapatlah ditarik benang merah perbedaan antara bekal dan simpanan.

Untuk bekal adalah sesuatu yg dapat digunakan kelak apabila perlu, sedangkan simpanan belum tentu dapat digunakan kelak apabila perlu.

Perbedaan pandangan demikian dapat mengakibatkan perbedaan sikap kita terhadap harta/kekayaan yang kita miliki.

Ada orang yang gemar menyimpan harta sebanyak-banyak, tetapi kenyataan harta/kekayaannya tersebut belum tentu digunakan kelak. Seperti tabungan dan investasi yang bermilyar-milyar.

Juga ada orang yang menyiapkan sesuatu seperlunya/sewajarnya saja dalam perjalanan hidup ini yang dianggapnya sebagai bekal dan bukan simpanan. Seperti menyiapkan dana tabungan pendidikan anak-anaknya dan hari tua seperlunya saja dan tidak berlebih-lebihan, sedangkan kelebihannya itu disumbangkan kepada fakir-miskin/yayasan.

Kemudian, kedua orang tersebut meninggal dunia, yang mana bagi yang menyimpan harta/kekayaannya tidak dapat mendatangkan manfaat bagi dirinya, adapun bagi yang menyiapkan bekal telah memanfaatkan harta/kekayaannya dengan baik.

Bila direnungkan kembali, untuk apa menyimpan sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan, bukankah harta/kekayaan bukan sekedar hiasan semata tanpa mendatangkan manfaat yang berarti bagi kehidupan ini.

Inilah akhir dari tulisan, SILAHKAN PILIH antara bekal atau simpanan!

KEPASTIAN MEMAKAI SUATU KATA DAPAT MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MENYIKAPI KEHIDUPAN

0 Responses to “BEKAL DAN SIMPANAN”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated