KEMANDIRIAN (?) HAKIM

Diskusi yang mengalir tentang bagaimanakah kemandirian hakim itu, apakah dia terlepas dari semua unsur ataukah sebenarnya kemandirian itu sifatnya terbatas dan tidak terbatas.

Dalam memberikan keadilan, hakim itu tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan sekitarnya. Hakim itu "akan selalu" dan "selalu" TERIKAT DAN BERGANTUNG KEPADA LINGKUNGAN SEKITARNYA.

Adagium kemandirian itu sendiri sebenarnya hanyalah ditujukan kepada tidak boleh adanya intervensi lembaga-lembaga negara atau pun politik kepada institusi pengadilan, sebaliknya dalam kenyataan intervensi kepada pribadi-pribadi hakim itu sebenarnya secara langsung atau pun tidak langsung selalu dapat terjadi.

Sebaliknya, ada hal yang lebih besar dari kemandirian hakim, yakni kesatuan penerapan hukum, kepentingan para pihak yang berperkara atas kepastian hukum, dan kepentingan publik.

Hakim tidak sewajarnya sewenang-wenang memberikan putusan dengan alasan kemandirian pribadi hakim, tanpa melihat keadaan sekitarnya.

Sebaliknya, hakim pun diberikan kemandirian sebagai wujud kebebasan hakim dalam memberikan keadilan tanpa adanya pihak-pihak di luar hakim yang mencampuri putusan keadilan hakim itu sendiri.

Hal hasil, kemandirian hakim itu sendiri adalah bersifat TERBATAS untuk memberikan kesatuan penerapan hukum, kepentingan para pihak yang berperkara atas kepastian hukum, dan kepentingan publik, serta TIDAK TERBATAS untuk memberikan keadilan.

Sunggulah sulit sebenarnya pekerjaan hakim itu,,,,, Ya Allah, berikanlah kesabaran, pengetahuan, kebijakan serta kebijaksanaan dan ridho-Mu kepada para hakim Indonesia untuk memberikan keadilan kepada hamba-hamba-Mu.

Lebih baik negara kafir yang penduduknya adil daripada negara itu berpenduduk tidak adil.

Referensi:

mandiri
man.di.ri
[a] dl keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pd orang lain: sejak kecil ia sudah biasa — sehingga bebas dr ketergantungan pd orang lain

kemandirian
ke.man.di.ri.an
[n] hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pd orang lain

bijaksana
bi.jak.sa.na
[a] (1) selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; (2) pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan dsb: dng — ia menjawab pertanyaan yg bersifat menjerat

intervensi
in.ter.ven.si
[n] campur tangan dl perselisihan antara dua pihak (orang, golongan, negara, dsb)

(Sumber: kamusbahasaindonesia.org)

0 Responses to “KEMANDIRIAN (?) HAKIM”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 98,298 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated