TENGGANG WAKTU 5 (LIMA) TAHUN YANG DIATUR DALAM PASAL 467 KUHPERDATA TIDAK RELEVAN LAGI

Dalam perkembangan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dihiburkan bagi para pencari keadilan dengan keluarnya Putusan Mahkamah Agung RI No. 03K/Pdt.Pen/2010 tanggal 20 Mei 2010 dari Pemohon Kasasi dahulu sebagai Pemohon yang mengajukan permohonan penetapan di muka persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yaitu PT GURITA LINTAS SAMUDERA.

Hal yang perlu digarisbawahi terhadap putusan tersebut adalah adanya pertimbangan dari Hakim Agung RI, yang pokoknya adalah:

Bahwa tenggang waktu 5 tahun yang diatur dalam Pasal 467 KUHPerdata tidak relevan lagi, oleh karena:

a. KUHPerdata (BW) bukan merupakan undang-undang (wet) tetapi hanya berlaku sebagai hukum (recht);


b. Keadaan dunia saat ini sangat berbeda dengan tahun 1848, ketika (BW) pertama kali diberlakukan, di mana saat ini transformasi, teknologi, dan kecanggihan alat yang digunakan sudah modern, sehingga waktu 5 tahun yang ditentukan dalam (BW) tersebut tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai hukum yang hidup dan rasa keadilan saat ini untuk menentukan bahwa seseorang hilang atau telah meninggal dunia;

Bahwa Pasal 28 Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 sebagiamana diubah dengan Undang-Undang No. 48 Tahun 2009, memberikan kewajiban kepada hakim untuk menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat, oleh karena itu hakim dapat menyimpangi asas legalitas untuk memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat;

Dalam praktek hukum keseharian, putusan Mahkamah Agung RI demikian adalah sebagai terobosan hukum yang patut untuk diikuti oleh hakim-hakim kemudian, yang kemudian dapat dijadikan sebagai yurisprudensi. Walaupun prangkat hukum di negara NKRI tidak mengenal asas preseden. Tetapi seyogyanya, hakim-hakim kemudian dapat mengambil pelajaran dari putusan tersebut, yakni memahami dan menghayati rasa keadilan yang diberikan oleh hakim kepada pencari keadilan adalah suatu kewajiban, walaupun itu harus menyimpangi asas legalitas.

Sumber pustaka:

Varia Peradilan, Majalah Hukum Tahun XXVI No. 303 Februari 2011, ISSN 0215-0247, diterbitkan oleh Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), halaman 150

0 Responses to “TENGGANG WAKTU 5 (LIMA) TAHUN YANG DIATUR DALAM PASAL 467 KUHPERDATA TIDAK RELEVAN LAGI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated