KEADILAN, KEPASTIAN, ATAU KEMANFAATAN (HUKUM)

Tulisan “Kedudukan dan Relevansi Yurispurdensi untuk Mengurangi Disparitas Putusan Perdata” oleh penulisnya Catur Iriantoro, S.H., M.Hum. (Wakil ketua Pengadilan Negeri Cianjur dalam Varia Peradilan No. 312 November 2011, halaman 105 sampai dengan 113, telah membuat pemikiran penulis tergelitik dengan menyimak kalimat yang berbunyi:

Ada tiga unsur yang selalu menjadi pertimbangan hakim sebagaimana konsep yang diungkapkan oleh Gustav Radbruch, yakni, nilai keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Ketiga unsur tersebut senantiasa menjadi pertimbangan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan yang dalam penerapannya tidak jarang terjadi antinomi. Pada gilirannya hakim harus memilih dari ketiga unsur tersebut yang mana yang harus diunggulkan.

KEADILAN, KEPASTIAN, dan KEMANFAATAN HUKUM selalu diperbincangkan dalam diskusi hukum praktis. Di lain pihak pada tatanan dunia teoritis (perguruan tinggi), sudah tidak dipermasalahkan mana yang lebih dominan di antara ketiganya.

Tetapi setelah penulis memasuki ranah praktisi hukum, terlihat jelas ketiga hal demikian, yakni: keadilan, kepastian, dan kemanfaatan, adalah hal yang sama.

Penulis tidak ingin mempermasalahkan mana yang lebih unggul dari ketiga hal demikian, tetapi penulis hanya menekankan kepada makna dari irah-irah putusan yang berbunyi: “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.”

Dari bunyi irah-irah tersebut sudah dapat menyimpulkan hakekat proses persidangan yang berjalan adalah untuk keadilan dengan berlandaskan KETUHANAN.

Jadi bukanlah untuk kepastian dan kemanfaatan (hukum) semata sebagai tujuan akhir, tetapi justru tujuan akhir keadilan yang diberikan oleh sang HAKIM adalah KETUHANAN itu sendiri.

Makna dari keadilan bisa berfungsi kepastian atau kemanfaatan, atau pun bisa kedua-duanya, atau pun bisa bermaknsa keadilan sosial, keadilan hukum, apa pun namanya.

Jika keadilan diartikan menempatkan sesuatu pada tempatnya, maka orang yang berpandangan kepastian dan kemanfaatan hukum yang sudah menempatkan hukum itu sendiri sesuai dengan KEYAKINANnya (Ketuhanan YME), sudah sepatutnya tidak perlu disangsikan bahwa putusan hakim itu sudah ADIL.

0 Responses to “KEADILAN, KEPASTIAN, ATAU KEMANFAATAN (HUKUM)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated