PENGANGKATAN ANAK DI PENGADILAN

BERDASARKAN Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Anak, terutama Pasal 39 yang mengandung kaidah hukum berupa: 1) pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku; 2) tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dan orangtua kandungnya; 3) orangtua angkat harus beragama yang sama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat, jika tidak diketahui agama dari anak angkat, maka disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat; 4) pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.

KEMANAKAH PERMOHONAN DIAJUKAN?

Pada Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Anak tidak digariskan norma hukum tentang pengadilan manakah yang berwenang untuk menerima (mengadili) perkara permohonan pengangkatan anak, atau tidak diatur mengenai kompetensi absolut pengadilannya.

Walaupun Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Anak tidak mengatur mengenai kompetensi absolut, para praktisi hukum dapat  menggunakan logika yuridis sederhana, yakni pengadilan negeri yang secara umum mengadili semua perkara, terkecuali telah diatur tersendiri dalam undang-undang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara, atau pun Pengadilan Militer tidak memiliki kompetensi absolut untuk mengadili perkara permohonan pengangkatan anak.

Tetapi dengan adanya Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama mengakibatkan Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, salah satunya adalah penetapan asal-usul seorang anak dan penetapan pengangkatan anak berdasarkan hukum Islam.

Dalam praktek hukum keseharian, jika pihak Pemohon dan anak beragama Islam, Pengadilan Negeri tetap berwenang untuk “mengesahkan” pengangkatan anak, karena pada umumnya instansi pemerintah (PNS) masih berpegang bahwa penetapan dari Pengadilan Negeri yang dipakai untuk daftar gaji dan sudah secara umum pula pengangkatan anak di masyarakat Indonesia masih berpegang teguh pada adat dan istiadatnya walaupun anak yang diangkat dan orangtua angkat adalah beragama Islam.

APAKAH PENGESAHAN/PENGANGKATAN ANAK?

Perbedaan utama antara pengesahan dan pengangkatan anak adalah terletak pada siapa yang mengangkat dan siapa yang diangkat terkait pada kewarganegaraannya.

Jika penangkatan anak dilakukan antar Warga Negara Indonesia, maka bentuknya berupa pengesahan, tetapi jika pengangkatan anak dilakukan antara Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing, maka bentuknya adalah pengangkatan.

BAGAIMANA ISI PETITUM PERMOHONANNYA?

Jika pengangkatan anak dilakukan antara Warga Negara Indonesia, maka isi petitum/permintaan permohonannya yang pokoknya adalah cukup dengan “agar si anak dari A ditetapkan sebagai anak angkat dari B”, atau “agar penangkatan anak yang telah dilakukan oleh Pemohon A terhadap anak B yang bernama C dinyatakan sah.” Tanpa ditambahkan tuntutan lainnya, seperti “agar ditetapkan anak bernama A tersebut, ditetapkan sebagai ahli waris dari B.”

Jika pengangkatan anak dilakukan antara anak Warga Negara Asing oleh orangtua angkat Warga Negara Indonesia, maka isi petitum/permintaan permohonannya yang pokoknya adalah cukup dengan “agar si anak dari B ditetapkan sebagai anak angkat dari C,” atau “agar pengangkatan anak yang telah dilakukan oleh Pemohon C terhadap anak B yang bernama A dinyatakan sah,” tanpa ditambah tuntutan lain seperti agar ditetapkan anak bernama A tersebut ditetapkan sebagai ahli waris dari C,” atau agar anak bernama A tersebut ditetapkan berwarganegaraan RI mengikuti status kewarganegaraan ayah angkatnya yang bernama C tersebut.”

Jika permohonan/pengangkatan anak Warga Negara Indonesia oleh orangtua angkat Warga Negara Asing, maka petitum/permohonan yang pokoknya adalah “agar si anak dari B ditetapkan sebagai anak angkat dari C,” atau agar pengangkatan anak yang telah dilakukan oleh Pemohon C terhadap anak B yang bernama A dinyatakan sah,” tanpa ditambah tuntutan lain seperti: “agar ditetapkan anak bernama S tersebut ditetapkan sebagai ahli waris dari C,” atau agar anak bernama A tersebut ditetapkan berwarganegaraan RI mengikuti status kewarganegaraan anak angkatnya yang bernama C tersebut.”

APA BUNYI AMAR/DIKTUM DARI PENGADILAN?

Jika permohonan pengesahan/pengangkatan anak antar Warga Negara Indonesia, maka bentuknya berupa penetapan, yang berbunyi:

Menyatakan sah pengangkatan anak yang dilakukan oleh Pemohon bernama ___ alamat ____ terhadap anak laki-laki/perempuan bernama ____ umur/tanggal/lahir ____.

Sedangkan untuk permohonan pengesahan/pengangkatan anak Warga Negara Asing oleh orangtua angkat Warga Negara Indonesia ataupun sebaliknya adalah berbentuk putusan, yang berbunyi:

“Menetapkan anak laki-laki/perempuan bernama ______ umur/tanggal/lahir ____ di sebagai anak angkat dari suami istri _____ alamat _____

KENAPA DISEBUT PENGESAHAN ANAK TERHADAP PENGANGKATAN ANAK WNI DENGAN ORANGTUA ANGKAT WNI?

Dalam putusan permohonan/pengangkatan anak, hakim biasanya memutuskan dengan penetapan yang berbunyi “pengesahan”, oleh karena secara adat pengangkatan sudah dapat dilakukan cukup dengan adat istiadat dan pengadilan cukup dengan mengesahkannya.

 

Sumber Referensi:

Surat Edaran Mahkamah Agung RI No.: 6 Tahun 1983 tentang Penyempurnaan Surat Edaran Nomor: 2 Tahun 1979, perihal Penyempurnaan Pemeriksaan Permohonan Pengesahan/Pengangkatan Anak, ditujukan kepada Ketua, Wakil Ketua Hakim-Hakim Pengadilan Tinggi dan Ketua, Wakil Ketua Hakim-Hakim Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia.

0 Responses to “PENGANGKATAN ANAK DI PENGADILAN”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated