Gelar Yang Mulia pada Hakim Indonesia

Selalu mempertanyakan sesuatu menunjukkan salah satu keunggulan sifat manusia, yakni rasa ingin tahu akan suatu kebenaran.

Tertarik dengan diskusi di “Forum Komunikasi Hakim Progresif Indonesia” di salah satu laman web sosial “Facebook” yang mana keanggotannya sekitar 5.321 anggota yang keseluruhannya adalah hakim di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Diskusi dimulai dengan mempertanyakan “dasar hukum dari penyebutan hakim sebagai wakil Tuhan dengan gelar Yang Mulia”.

Pertanyaan yang mungkin dianggap konyol, tetapi penulis menaruh rasa hormat terhadap pertanyaan yang simpel tersebut yang selalu mempertanyakan prinsip apakah sudah benar apa yang telah dilakukan. Jadi tidak semata mengikuti tanpa tahu alasan di balik apa yang harus dilakukan.

Selama perjalanan hidup, penulis selalu teringat akan nasehat-nasehat orang yang dituakan, bahwa selama hidup jadilah sebagai abdul (hamba) Tuhan (Allah), janganlah menjadi malaikat dan janganlah menjadi setan (iblis), tetapi jadilah sebagai manusia yang telah diciptakan sempurna oleh-Nya untuk selalu beribadah kepada-Nya.

Sehingga penyebutan “Yang Mulia” yang disematkan kepada Hakim di Indonesia, menurut penulis adalah sebagai salah satu bentuk dari ucapan doa dari yang mengucapkan.

Bukankah manusia itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai mahluk yang mulia, yakni khalifah di muka bumi.

Yang utama adalah jangan memakai label “Maha” sebagai salah satu nama Tuhan. “Yang Mulia” dengan “Yang Maha Mulia” adalah bentuk yang sangat berbeda.

Penulis memandang, pemanggilan atau pun penyebutan “Yang Mulia” adalah sebagai salah satu bentuk ucapan doa dari yang menyebutkan, semoga kiranya hakim di Indonesia mempunyai sifat yang mulia dalam memutus perkaranya. Mulia berupa jauh dari sifat zalim, korupsi, dan ketidakadilan.

Dan kepada yang disebut sebagai Yang Mulia Hakim, janganlah mempunyai sifat riya, sombong, dan takabur. Karena sifat sombong hanyalah mutlak milik Tuhan, tetapi seyogyanya hakim yang mendengar dirinya disebut sebagai Yang Mulia hendaknya meng-aamiin-kan untuk kiranya ucapan tersebut terkabul oleh Tuhan, kiranya dirinya dijadikan Tuhan mempunyai sifat mulia, yaitu jauh dari sifat sombong, riya, zalim, korupsi, dan ketidakadilan.

Sumber:

https://www.facebook.com/groups/forumkomunikasihakimprogresifindonesia/, Thursday, June 21, 2012, 9:11:05 AM

clip_image002

clip_image004

clip_image006

clip_image008

clip_image010

clip_image012

clip_image014

clip_image016

clip_image018

clip_image020

clip_image022

clip_image024

clip_image026

clip_image028

clip_image030

clip_image032

clip_image034

clip_image036

clip_image038

clip_image040

clip_image042

clip_image044

clip_image046

clip_image048

clip_image050

clip_image052

clip_image054

clip_image056

clip_image058

clip_image060

clip_image062

clip_image064

clip_image066

clip_image068

clip_image070

clip_image072

clip_image074

clip_image076

clip_image078

clip_image080

clip_image082

clip_image084

clip_image086

clip_image088

clip_image090

clip_image092

clip_image094

clip_image096

clip_image098

clip_image100

clip_image102

clip_image104

clip_image106

clip_image108

clip_image110

clip_image112

clip_image114

clip_image116

clip_image118

clip_image120

clip_image122

clip_image124

clip_image126

clip_image128

clip_image130

clip_image132

clip_image134

clip_image136 clip_image138

clip_image140

clip_image142

clip_image144 clip_image146

clip_image148

clip_image150

clip_image152

clip_image154

clip_image156

clip_image158

clip_image160

clip_image162

clip_image164

clip_image166

clip_image168

clip_image170 clip_image172

clip_image174

clip_image176

clip_image178

clip_image180

clip_image182

clip_image184

clip_image186

clip_image188

clip_image190

clip_image192

clip_image194

clip_image196

clip_image198

clip_image200

clip_image202

clip_image204

clip_image206

clip_image208

clip_image210

clip_image212

clip_image214

clip_image216

clip_image218

clip_image220

clip_image222

clip_image224

clip_image226

clip_image228

clip_image230

clip_image232

clip_image234

clip_image236

clip_image238

clip_image240

clip_image242

clip_image244

clip_image246

clip_image248

2 Responses to “Gelar Yang Mulia pada Hakim Indonesia”


  1. 1 Desmaniar Dessi Oktober 31, 2016 pukul 9:09 am

    Aslkm Pak Abdul Affandi, saya ingin alamat kontak Bapak, penting bagi saya Pak, untuk mendapatkan masukan atas perkara saya. Terima kasih

  2. 2 Desmaniar Dessi Oktober 31, 2016 pukul 9:11 am

    ini alamat email saya : nineapprille@gmail.com dan no HP.082283307013
    Terimakasih. Wassallamualaikum


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 98,298 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated