SEBAGAI PEJABAT PUBLIK, SIAP UNTUK DIKRITISI: Belajar Gaya Bicara yang Baik dan Benar

Pada hari anak nasional 2012, tidak saja anak-anak yang menikmati hari perayaannya, tetapi para komentator Indonesia pun ikut menikmati adegan “luar biasa” yang terjadi pada momen tersebut, yakni pidato hari Anak Nasional Presiden RI yang menegur anak yang sedang tidur.

Ada pihak yang mengatakan hal tersebut adalah hal yang biasa, sebaliknya di lain pihak mengatakan hal menegur tersebut adalah sebagai kekerasan verbal kepada anak dan tindakan presiden tersebut tidak perlu dicontoh serta kontroversial.

Tetapi menilai benar atau tidaknya perbuatan presiden tersebut, penulis hanya mengambil hikmah di dalamnya, yakni setiap pejabat publik harus siap dikritik atas segala perbuatannya di hadapan publik.

Hal terutama adalah gaya bicara kepada pendengar. Setiap pejabat publik harus mempunyai gaya bicara yang menarik kepada pendengarnya agar pesan-pesan yang dimaksud oleh pejabat tersebut dapat diterima dengan baik.

Sehingga niat yang baik belum tentu dapat diterima, bilamana cara yang digunakan adalah tidak benar.

clip_image002clip_image004clip_image006clip_image008clip_image010

clip_image012clip_image014clip_image016clip_image018clip_image020clip_image022clip_image024clip_image026clip_image028clip_image030

Sumber:

Tegur Siswa SD Tidur, Komnas PA Surati SBY

Tribunnews.com – Jumat, 31 Agustus 2012 18:51 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Aris Merdeka Sirait mengungkapkan bahwa dirinya berencana mengirim surat kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, terkait teguran kepada anak-anak yang tertidur saat dirinya tengah berpidato.

"Kami akan mengirimkan surat lewat Setneg yang isinya keberatan kami sebagai aktivis pemerhati anak atas tindakan sang presiden menegur anak," kata Aris saat ditemui Tribunnews.com di kantornya, jalan TB. Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2012).

Lebih lanjut Aris menambagkan, pihaknya tak memperdulikan soal tanggapan surat keberatan tersebut, yang jelas sebagai aktivis anak dirinya merasa keberatan atas teguran tersebut.

"Surat keberatan itu akan dikirim dalam waktu dekat. Namun, sebelumnya, kami akan mengumpulkan keterangan baik dari saksi, sang anak yang mendapat teguran langsung oleh presiden," kata Aris.

Hal itu ditujukan agar pencarian fakta tersebut dilakukan untuk memperkuat bukti bahwa presiden benar melakukan tindakan kontroversial tersebut.

Arist hanya berharap, tindakan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut tidak dicontoh, baik oleh orang tua, maupun pejabat-pejabat publik lain.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menegur audiensi saat dirinya menyampaikan pidato. Kali ini SBY menegur anak-anak pada puncak Hari Anak Nasional 2012, di di Theater Imax Keong Emas, TMII – Jakarta Timur, Rabu (29/8/2012) lalu.

"Tolong dibangunkan yang tidur ya. Ada satu atau dua yang masih ngantuk mungkin," ucapnya, sembari menghentikan sambutannya.

Suasana pun saat itu sempat menghening beberapa waktu.

Usai kejadian itu, SBY pun kembali melanjutkan sambutannya di hadapan sekitar 700 anak dan tamu undangan. (Sumber: www.tribunnews.com, akses 11-Sep-12 12:01)

Tertidur Ditegur, SBY Lakukan Kekerasan Verbal
Jumat, 07/09/2012 | 08:04 WIB

Tema Hari Anak Nasional tahun ini ’Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak’. Sayangnya, insiden tidurnya beberapa siswa SD yang berujung teguran Presiden SBY malah mencoreng misi mulia itu.
Lagi-lagi Presiden SBY menegur hadirin yang tertidur saat ia berbicara. Namun kali ini yang ditegur adalah anak-anak saat peringatan Hari Anak Nasional. Teguran Presiden SBY kepada anak SD ini terjadi saat memberikan sambutan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2012). "Ada satu dua yang tidur. Jangan tidur ya. Coba tolong dibangunkan. Barangkali mengantuk," kata SBY sambil menunjuk kepada anak-anak.

Tindakan SBY menegur anak-anak yang tertidur ketika beliau sedang berpidato sontak membuat para pengamat kecewa.  Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menuturkan bahwa kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu bentuk kekerasan verbal terhadap anak. Presiden SBY memang kerap menegur peserta rapat pada beberapa kesempatan sebelumnya, namun kali ini yang menjadi objek teguran adalah anak-anak, sehingga hal tersebut membuat masyarakat menyangsikan tindakannya.

"Bapak Presiden tidak mau mendengar suara anak-anak, maunya anak-anak mendengar Presiden. Padahal, hari anak nasional adalah hari anak didengar oleh semua pihak, termasuk Presiden," ujarnya.
Beberapa pengamat yang mengkritik tindakan peneguran tersebut sebenarnya terjadi bukan tanpa alasan. Tahukah anda bahwa anak-anak memiliki emosi yang sensitif dan rentan terluka ? Walaupun bentuk teguran yang dilakukan oleh SBY terkesan halus, hal tersebut tetap memiliki dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Menurut Prof. Dr. Harriet Mac Millan selaku ahli ilmu saraf & perilaku anak (Mc. Master University) berpendapat, kekerasan psikologis seperti merendahkan ataupun tindakan intervensi dapat berisiko merugikan kesejahteraan anak.

Istana sendiri mengatakan teguran itu bersifat mendidik dan terlalu berlebihan bila menilainya tidak patut."Itu adalah teguran yang sifatnya edukatif, mendidik," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha.
Namun Komnas PA mengatakan itu adalah kekerasan verbal. Apalagi teguran SBY terjadi di ruang publik. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai kekerasan verbal yang dapat melukai hati anak. Pasalnya, selain sang anak bisa shock, lingkungan sekitar pun berpengaruh besar terhadap goncangan yang terjadi pada anak tersebut.

"Dia bisa diperolok teman-temannya, dimarahi protokoler, dimarahi panitia. Kita enggak nangkap saja dimarahi apa tidak, tetapi itu sangat disayangkan," lanjutnya.
Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kekerasan verbal (verbal abuse)? Kekerasan verbal merupakan suatu tindakan yang bereaksi dengan kata-kata atau ucapan yang biasanya bersifat larangan atau perintah (Idrus, 2009). Dalam artikel yang ditulisnya, tindakan kekerasan verbal ini sebenarnya kerap terjadi di dalam lingkungan keluarga. Sebagai contoh, seorang ibu yang kesal dengan anaknya yang sedang menangis bereaksi dengan kata “diam!”. Menurut Dr. Muhammad Idrus, hal ini dapat menyebabkan kondisi psikologis anak menjadi down dan selanjutnya akan timbul trauma yang menyebabkan anak menjadi minder.
Sebenarnya kekerasan verbal sering dipandang sebagai sebuah media untuk membentuk sikap disiplin sejak dini. Orang tua yang menerapkan kedisiplinan untuk anak-anak mereka ternyata cenderung bersikap otoriter & overprotective.

Menurut Dr. Schaefer di dalam jurnal psikologinya menyatakan bahwa penerapan kedisiplinan akan lebih efektif jika harga diri anak tetap terjaga. Maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya orang tua yang menggunakan kekerasan verbal untuk menumbuhkan sikap kedisiplinan anak akan menjadi tidak efektif jika di satu sisi anak merasa terbebani.

Sebagai aktivis pemerhati anak, Arist yakin anak yang mendapat teguran langsung dari orang nomor satu di Indonesia tersebut bukan sengaja hendak melecehkan pidato presiden. Namun, lebih kepada kondisi fisik yang lelah karena harus mengikuti acara sejak pagi. Belum lagi sang anak juga harus mengikuti sesuai dengan jadwal sang presiden.

Arist melanjutkan, seperti acara-acara kepresidenan lainnya yang melibatkan anak, ketatnya protokoler kerap tak memberi ruang bagi kebebasan anak itu sendiri, termasuk pada saat perayaan Hari Anak Nasional. "Kalau sudah masuk ke ruangan, itu enggak bisa keluar. Itu mengakibatkan anak ngantuk dan bosan. Saya kira itu yang tidak bisa dipahami Bapak Presiden," ujarnya.

Tak hanya itu, kesimpulan bahwa presiden hanya mau didengar, menurut Arist, dapat dilihat dari gagalnya pembacaan Suara Anak Indonesia pada puncak acara peringatan Hari Anak Nasional selama tiga tahun terakhir. Kongres tersebut secara berturut-turut dilakukan di Bangka Belitung, Bandung, dan Batam.
Ingat! Anak-anak adalah tumpuan harapan kami dimasa depan. Save our child.ins,berbagai sumber
Presiden Chavez Sarankan Pidatonya Jadi Obat Insomnia
Ngantuk saat mendengarkan pidato jamak terjadi. Apalagi bila pidatonya panjang dan lama seperti yang biasa dilakukan Presiden Venezuela Hugo Chavez.Sadar bahwa kebiasannya ini membuat bosan anak-anak, Chavez tidak marah, malah menyarankan pidatonya ini jadi obat untuk anak-anak yang insomnia. Ah, ada-ada saja.

Penawaran Chavez ini terlontar saat Chavez tampil di televisi pada Kamis, 10 Juni 2010. Chavez saat itu memperkenalkan komputer jinjing pada sekolah-sekolah negeri. Chavez lantas melontarkan tawaran itu."Kelihatannya banyak ibu-ibu di sini, yang daripada menyuruh tidur anak-anak mereka dengan kartun, suruh mereka tidur dengan Chavez," katanya seperti dilansir dari Reuters, Jumat 11 Juni 2010 lalu.
"Dan anak akan mengantuk dan mengantuk, dan Chavez terus berbicara, berbicara dan berbicara. Dan anak-anak jatuh tertidur," ujar pemimpin yang suka berbicara dan tahan berpidato berjam-jam ini.

TV Venezuela yang menyiarkan pidato Chavez biasanya melakukan break sebentar, memotong pidato Chavez yang bisa berbicara tentang politik global hingga nasionalisasi bisnis, saking lamanya pidatonya.
Setiap hari Minggu, Chavez menjadi pemandu acara ‘Hello President’ di TV pemerintah yang dimulai dari jam 11 siang dan bisa berlangsung seharian.ins

5 Teguran SBY Saat Berpidato

SBY Tegur Karyawan PT Dirgantara Indonesia

Presiden SBY menegur karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang mengobrol saat ia berpidato. Saat itu, SBY sedang berpidato untuk meresmikan penyerahan 40 panser buatan PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Hangar Pesawat C-235 Kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat pada 10 Juli 2009 lalu.

"Saya kok lihat Bapak yang di situ kok bicara terus dari tadi. Tolong didengarkan," tutur SBY sambil menunjuk seorang karyawan tersebut.

SBY mengingatkan karyawan tersebut saat memberikan sambutan terkait dengan kemampuan bangsa Indonesia untuk menciptakan atau mengkreasikan alat-alat militer buatan dalam negeri.

SBY Tegur Peserta Rapimnas Demokrat

Jangan bergaya terlalu santai di forum yang dihadiri SBY. Misalnya saja menyandarkan kepala di tangan seperti orang bengong. SBY tak segan-segan menegur sikap orang tersebut.
Hal itulah yang terjadi di Rapimnas III PD di JCC, Senayan, Jakarta pada 6 Desember 2009 lalu. Kala itu SBY sedang berpidato. Baru 10 menit bicara, dia langsung terdiam sejenak. Matanya mengarah pada seorang pria setengah baya yang duduk di baris kelima dari delapan baris tempat duduk.

Pria itu terlihat menyangga kepalanya dengan tangan. Sikap ini tampaknya mengganggu SBY. "Anda sakit?" tanya SBY sembari tangannya menunjuk pada pria yang mulai ubanan itu.
Pria yang ditunjuk langsung tergagap. Dia kontan memperbaiki sikap duduknya, seperti rekan-rekannya yang lain. Seluruh mata peserta Rapimnas yang berjumlah 100-an dan semuanya mengenakan jaket biru PD, menatap ke arahnya. Suasana jadi hening plus sedikit tegang.

"Tolong yang kelihatan sakit, Anda ke belakang sana. Cari dokter," perintah SBY yang juga Ketua Dewan Pembina PD ini.Pria yang ditegur tak bisa berkata ba-bi-bu. Dia didekati seorang Satgas PD. Satgas itu lalu membawa pria tersebut keluar dari ruangan.

Tutup Raker Menteri 2011

SBY menegur seorang pejabat yang tertidur saat ia sedang memberikan arahan penutup dalam rapat kerja bersama para menteri dan pejabat daerah tahun 2011.
"Dari apa yang saya lihat termasuk tayangan televisi maka yang tertidur, lebih baik di luar ruangan karena disorot televisi tidak bagus, karena nanti ditanya rakyat apa sudah lelah menjadi pemimpin di daerahnya," kata SBY di JCC, Senayan, Jakarta pada 10 Januari 2011 lalu.
SBY juga mengingatkan agar para peserta rapat tidak menggunakan ponsel selama di dalam ruangan. Dia meminta 1.300 pejabat pemerintahan yang hadir menyimak pemaparan dan tak perlu mencatat."Yang main HP juga, tidak perlu main-main apalagi yang bicara," tambahnya.

SBY Tegur Perwira TNI-Polri

Presiden SBY bereaksi keras saat memberikan kuliah di hadapan siswa perwira TNI-Polri. Ia menegur sejumlah perwira yang ketahuan ngobrol di tengah presentasi.

"Nomor satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Kenapa berbicara terus," ucap SBY yang memberi pengarahan kepada siswa Sesko TNI, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri di Gedung Jenderal Soedirman, Mako Secapa TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012) lalu.

Saat itu SBY memberikan kuliah bertema ‘Perkembangan Geopolitik di Asia Pasifik Abad 21 dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia’ kepada 1.000 perwira TNI-Polri. Menjelang akhir presentasi ceramah, SBY yang tengah menyampaikan materi tertahan pemaparannya. SBY mendekatkan diri ke alat pengeras suara sambil raut wajah kecewa.

"Saya khawatir kalian tidak bisa berbuat apa-apa untuk negara dan TNI," ucap SBY."Mendengarkan merupakan penyempurnaan kepribadian. Kalau ada yang bicara, hargai dan dengarkan," tegas SBY sambil melanjutkan lagi memberikan materi kuliah.

SBY Ingatkan Anak yang Tertidur

Dua anak tertidur di saat Presiden SBY membacakan pidato sambutan dalam peringatan Hari Anak Nasional di IMAX Keong Emas, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2012) lalu.

SBY menghentikan pidatonya hingga yang tertidur tersebut berhasil dibangunkan. "Tolong bangunkan yang tertidur, itu ada satu dua orang yang tidur," celetuk Presiden SBY.

Sekitar tiga menit SBY menghentikan sambutannya untuk memberikan kesempatan kepada anak yang tertidur itu bangun. Setelah itu dia pun melanjutkan sambutan. (Sumber: www.surabayapost.co.id, akses 11-Sep-12 12:11)

Istana: Apa Benar Teguran Presiden SBY untuk Anak?

KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 19:21 WIB

TEMPO.CO, Jakarta– Istana Kepresidenan akhirnya menanggapi polemik di masyarakat soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menegur para peserta yang tidur di acara peringatan Hari Anak Nasional, Rabu 29 Agustus 2012.

Insiden itu, menurut Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono, harus dilihat secara kontekstual. Benarkah Presiden SBY sengaja menegur anak-anak."Harus dilihat, "apa benar teguran ditujukan kada anak-anak?" kata dia melalui pesan pendeknya, Kamis 30 Agustus 2012.

Menurut Heru, dalam peringatan Hari Anak Nasional kemarin, ada banyak tamu dewasa. Karenanya, ada kemungkinan teguran ditujukan untuk tamu dewasa, bukan anak. "Semoga para "dewasa" yang merasa tidur bersedia koreksi diri untuk lebih menghargai kegiatan yang sedang terselenggara," kata dia. "Karena saya lihat tidak ada anak-anak yang tidur."
Seperti diketahui, Rabu, 29 Agustus 2012 kemarin, saat peringatan Hari Anak Nasional di Teater IMAX Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memotong pidatonya dan menegur orang yang tertidur. "Tolong dibangunkan yang tidur, ada satu-dua yang mengantuk," kata SBY.(baca:SBY Pidato, Anak-Anak Tidur) dan (baca:Enam Teguran SBY Ketika Pidato).
Tidak jelas kepada siapa teguran itu ditujukan, tetapi sebagian anak tampak tidak bersemangat mendengarkan pidato sambutan kepala negara. Sebagian tampak mengantuk, hanya bengong menopang dagu, bahkan sebagian tertidur.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu meminta maaf kepada anak-anak yang ditegur saat berpidato pada peringatan Hari Anak Nasional,"29 Agustus 2012 kemarin. "Ini akan menyejukkan"hati anak yang merasa dipermalukan oleh teguran itu," kata Arist kepada Tempo, 30 Agustus 2012.
Menurut Arist, teguran yang dilakukan presiden"kepada anak yang tertidur saat ia berpidato adalah"tindakan yang menyakiti hati anak. Sebab, anak tersebut ditegur di depan ratusan hadirin dalam"ruangan serta ditonton jutaan pemirsa televisi.""Anak itu bisa merasa malu dan trauma," kata Arist. ARYANI KRISTANTI (sumber: www.tempo.co, akses 11-Sep-12 12:14)

1 Response to “SEBAGAI PEJABAT PUBLIK, SIAP UNTUK DIKRITISI: Belajar Gaya Bicara yang Baik dan Benar”


  1. 1 Jam Tangan Keren Maret 7, 2015 pukul 7:23 am

    You should take part in a contest for one of the most useful websites on the internet.
    I am going to highly recommend this web site!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 98,298 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated