SEMATA-MATA KEBENARAN ATAU JALAN YANG LURUS

Beberapa orang ada mengatakan setengah terisi atau setengah kosong, manakah yang benar?

Kedua hal tersebut adalah benar, bila dilihat dari Kebenaran Pragmatis, yaitu kebenaran dari sudut pandang manusia, sebagai contoh lainnya adalah manakah yang lebih berharga antara segenggam emas dengan segontong beras? Bila lebih berharga emas kalau orangnya lagi kenyang, dan berharga berasnya kalau mereka kelaparan.

Hal demikian dikenal dengan Kebenaran Pragmatis, yakni kebenaran yang tergantung dari sudut mana dilihatnya. Benar di satu sisi belum tentu benar di sisi lainnya

Sedangkan, bilamana yang dimaksud adalah “jalan yang lurus” mempunyai pengertian bersama, yakni “jalan” adalah sesuatu yang dilalui oleh orang untuk menuju dari satu tempat ke tempat lainnya, sedangkan “lurus” adalah garis diantara dua titik.

Ilmu matematika mengartikan jarak antara dua titik yang ditarik garis adalah jarak terdekat, tidak ada yang lebih dekat selain daripada dua titik yang ditarik garis lurus.

Berdasarkan pengertian demikian, jalan yang lurus adalah jalan yang paling terdekat antara dua titik, jadi bukan jalan tikus atau pun jalan kompas.

Selain itu, mengapa Allah berfirman “Tunjukilah kami jalan yang lurus”, bukan dengan “tunjukilah kami kebenaran”.

Mengapa ditekankan kepada kata “jalan” dan “lurus”?

Pengertian jalan adalah sesuatu yang telah dilalui orang sebelumnya dan dilalui kembali oleh orang sesudahnya, jika belum pernah dilalui oleh manusia bukanlah dinamakan dengan jalan. Tetapi bilamana jalan itu telah ditinggalkan dan tidak pernah dilalui kembali, tetaplah disebut dengan jalan.

Dengan demikian, Allah menghendaki agar manusia mengikuti orang yang sebelumnya (rasul/utusan) untuk beribadah kepadan-Nya, sedangkan penekanan “lurus” adalah agar manusia lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karena itu, siapa yang mencari Tuhannya? Telah dimudahkan oleh Allah, yaitu dengan cara mengikuti utusan/rasul-Nya, sehingga dengan mengikutinya maka manusia akan lebih dekat kepada Allah.

Hal demikian yang dikenal sebagai Kebenaran Deterministik, yaitu kebenaran yang datangnya dari Tuhan, dilihat dari sudut pandang mana pun tetap memiliki kebenaran. Sebagaimana firman-Nya “Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

Jadi tidak semata-mata mengetahui kebenaran, tetapi juga harus dikehendaki mendekatkan diri kepada-Nya.

0 Responses to “SEMATA-MATA KEBENARAN ATAU JALAN YANG LURUS”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated