ETIKA (PERSELINGKUHAN DAN ABORSI) DAN PEMBUKTIAN HUKUM

Penulis yang berlatar belakang sarjana hukum menjadi “kebingungan” melihat acara yang dibawakan oleh para tokoh bangsa, terutama pada musibah yang menimpa Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, “AM”.

Bilamana penulis menjadi bingung, apalagi para anak bangsa yang awam dengan dunia hukum. Sehingga tulisan ini hendak mencari hubungan-hubungan yang hendak disusun menjadi pelajaran untuk bersikap yang lebih baik, khususnya terkait dengan “kode etik” dalam lingkungan hakim.

BERITA PERTAMA:

"Pemeriksaan etik ini malah bisa mengganggu proses penyidikan yang dilakukan KPK dan BNN," kata Yusril ketika dikonfirmasi, Senin (7/10/2013).

Yusril mengatakan sidang Majelis Kehormatan ini terbuka, sementara penyidikan KPK dan BNN bersifat tertutup sesuai hukum acara pidana.

"Apa jadinya kalau saksi-saksi yang hanya terbatas diperiksa Majelis Kehormatan, hasilnya beda dengan penyidikan yang dilakukan KPK dan BNN?" tanya Mantan Menteri Kehakiman itu.

Menurut Yusril, rakyat bisa bertambah bingung dan dapat merusak kredibilitas Majelis Kehormatan MK. Apalagi, rakyat awam susah untuk membedakan pemeriksaan etik dengan pemeriksaan hukum.

"Keduanya memang bekaitan satu sama lain dan sulit dipisahkan. Karena itu saya berpendapat, kalau aparat penegak hukum telah menyidik hakim MK, maka sebaiknya Majelis Kehormatan tidak perlu lagi lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Sebab, kata Yusril, kalau terjadi pelanggaran etik, belum tentu terjadi pelanggaran hukum. Tapi kalau terjadi pelanggaran hukum pidana, sudah pasti ada pelanggaran etik. Lagi pula, lanjutnya, karena sudah jadi tersangka, berdasarkan UU MK, Akil praktis diberhentikan sementara.

Sedangkan putusan Majelis Kehormatan, kalau terbukti ada pelanggaran etik, hanya merekomendasikan agar Akil diberhentikan.

"Jadi untuk apa ada sidang etik? Acara pemeriksaan saksi pelanggaran etik yang sekarang disiarkan TV One nampak tidak substansial. Benar-benar bisa membingungkan masyarakat," imbuhnya.” (Yusril Nilai Majelis Kehormatan Bisa Kacaukan Penyidikan KPK)

BERITA KEDUA:

“Jakarta – Melalui sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH), Acep Sugiana diberhentikan dari profesinya sebagai hakim. Hal ini diputuskan karena Acep berselingkuh dengan 4 wanita.
"Merupakan hak Pak Acep untuk merasa keberatan dan melakukan langkah-langkah yang dianggapnya perlu. Dalam konteks ini KY tentunya akan menghadapi sesuai dengan wewenang yang dimiliki," ujar juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar, kepada wartawan, Selasa (9/7/2013).
Keputusan MKH pada 3 Juli 2013 dinilai Acep sarat rekayasa. Acep menilai haknya membela diri dipangkas oleh MKH dengan hanya diperbolehkan menghadirkan satu saksi.
"KY meyakini apa yang telah dilakukan saat penanganan laporan, pemeriksaan dan persidangan MKH telah sesuai dengan mekanisme yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk tentang pelanggaran kode etik yang dinyatakan terbukti dalam pemeriksaan KY dan persidangan MKH," papar Asep menambahkan.
Acep mengaku kecewa dirinya diberhentikan secara terhormat melalui MKH atas tudingan selingkuh dengan 4 wanita. Ia pun menilai penyebutan aborsi yang disangkakan pada dirinya oleh KY tidak benar.
"Adanya tuduhan perselingkuhan dan aborsi tapi tanpa pembuktian hukum, saya merasa difitnah," cetus Acep pagi ini.” (
Hakim Acep Merasa Difitnah Selingkuhi 4 Wanita, KY Bergeming)

Dari kedua pemberitaan di atas, terdapat dua hal yang sama dan berbeda.

Hal yang sama adalah kedua orang dalam pemberitaan tersebut adalah seorang yang menjabat hakim dan tersandung perkara yang sama, yakni terlilit perkara “etika”.

Hal yang berbeda bagi kedua orang tersebut adalah pada Berita Pertama sudah dilakukan tindakan hukum (penangkapan oleh KPK) yang kemudian digelar Majelis Kehormatan, sedangkan pada Berita Kedua sudah dilakukan tindakan etik (Majelis Kehormatan Hakim) dan belum ditindak hukum (tuduhan perselingkuhan dan aborsi)

Penulis mengutip pendapat Yusril Ihza Mahendra:

“Sebab, kata Yusril, kalau terjadi pelanggaran etik, belum tentu terjadi pelanggaran hukum. Tapi kalau terjadi pelanggaran hukum pidana, sudah pasti ada pelanggaran etik. Lagi pula, lanjutnya, karena sudah jadi tersangka, berdasarkan UU MK, Akil praktis diberhentikan sementara.”

KESIMPULAN:

Dari pendapat Yusril Ihza Mahendra tersebut dikaitkan dengan kedua pemberitaan di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah moral yang terkait dengan persoalan perselingkuhan wanita dan aborsi dalam lingkungan kerja Mahkamah Agung Republik Indonesia masih kental dan dijunjung tinggi. Hal tersebut terlihat dari Berita Kedua:

“Acep mengaku kecewa dirinya diberhentikan secara terhormat melalui MKH atas tudingan selingkuh dengan 4 wanita. Ia pun menilai penyebutan aborsi yang disangkakan pada dirinya oleh KY tidak benar.
"Adanya tuduhan perselingkuhan dan aborsi tapi tanpa pembuktian hukum, saya merasa difitnah," cetus Acep pagi ini.”

SARAN:

Dengan masih kentalnya penghormatan kepada wanita dan moral yang mengharamkan aborsi di sekitar lingkungan kerja hakim pada Mahkamah Agung Republik Indonesia, seyogyanya menjadi pelajaran bagi hakim lainnya untuk selalu waspada, hati-hati, dan menjunjung kehormatan wanita. Oleh karena tanpa perlu kewajiban pembuktian hukum bagi rekan hakim lainnya, yang duduk di Majelis Kehormatan Hakim, untuk memutuskan terperiksa sebagai orang yang tidak etis dalam lingkup perselingkuhan dan aborsi.

PUSTAKA:

Yusril Nilai Majelis Kehormatan Bisa Kacaukan Penyidikan KPK: http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/07/yusril-nilai-majelis-kehormatan-bisa-kacaukan-penyidikan-kpk, akses Selasa, 08 Oktober 2013, 11.29 WIB

Hakim Acep Merasa Difitnah Selingkuhi 4 Wanita, KY Bergeming: http://news.detik.com/read/2013/07/09/183701/2297269/10/hakim-acep-merasa-difitnah-selingkuhi-4-wanita-ky-bergeming, akses Selasa, 08 Oktober 2013, 11.32 WIB.

0 Responses to “ETIKA (PERSELINGKUHAN DAN ABORSI) DAN PEMBUKTIAN HUKUM”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated