KEMANDIRIAN ANGGARAN KEKUASAAN KEHAKIMAN SUATU KEMUTLAKAN

clip_image002

“Meskipun UU menyatakan bahwa Mahkamah Agung adalah lembaga yang merdeka termasuk dalam hal anggaran, dalam praktiknya hingga kini usulan perencanaan anggaran yang diajukan oleh MA masih harus melalui proses pembahasan yang alot antara Bappenas dan Kementrian Keuangan, dan ironisnya sering kali hasilnya tidak mendapatkan aplikasi dana sebagaimana yang diajukan dalam rencana. Untuk itulah Mahkamah Agung menyelenggarakan kegiatan diskusi mengenai Kemandirian Anggaran Peradilan di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta pada Kamis 13 Februari 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk mengindentifikasi, mengumpulkan dan mengembangkan visi kemandirian anggaran di antara pimpinan MA dan institusi pemerintah yang terkait, terutama DPR, BPK, Kementrian Keuangan dan Bapennas.” (www.mahkamahagung.go.id)[1]

Dalam hubungan antara lembaga negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif, mengandung prinsip checks and balances, berdasarkan prinsip kekuasaan dibatasi kekuasaan (power limited by power) dan bukan kekuasaan mengawasi kekuasaan lain (power supervises other powers), apalagi kekuasaan dikontrol oleh kekuasaan lain (power controls other powers), hal ini dikutip dari pertimbangan pada Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Nomor 1-2/PUU-XII/2014, tertanggal 13 Februari 2014.[2]

Prinsip demikian mengandung kaidah hukum, bahwa kekuasaan pemerintah dipandang sebagai mahadaya yang harus dibatasi sehingga tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Checks and balances menjaga agar suatu cabang pemerintah tidak terlalu kuat kekuasaannya.

Hal yang menarik pada pertimbangan hakim konstitusi adalah penafsiran checks and balances tidak ditujukan kepada kekuasaan kehakiman karena antara kekuasaan kehakiman dan cabang kekuasaan yang lain berlaku pemisahan kekuasaan, yaitu prinsip utama yang dianut oleh negara hukum maupun rule of law state adalah kebebasan kekuasaan yudisial atau kekuasaan kehakiman, sehingga setiap campur tangan terhadap kekuasaan kehakiman dari lembaga negara apa pun yang menyebabkan tidak bebasnya kekuasaan kehakiman dalam menjalankan fungsinya akan mengancam prinsip negara hukum.

Hakim konstitusi berpendapat dalam putusan tersebut, bahwa dalam negara hukum kekuasaan kehakiman bahkan mempunyai kewenangan untuk melakukan koreksi atas kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legislatif, sehingga berdasarkan prinsip pemisahan kekuasaan dan kebebasan kekuasaan kehakiman, maka bentuk campur tangan apa pun kepada kekuasaan kehakiman adalah dilarang, tidak terdapat satu ketentuan pun yang membuka peluang kekuasaan lain untuk campur tangan kepada kekuasaan kehakiman.

Dengan demikian, berdasarkan pertimbangan putusan tersebut dapatlah sebagai pintu gerbang bagi para hakim Indonesia untuk selangkah maju dalam memperjuangkan kemandirian anggaran, karena keterpasungan anggaran dari lembaga negara di luar kekuasaan yudikatif adalah sebuah upaya power controls other powers. Hal ini dapat mengakibatkan campur tangan lembaga negara lain terhadap kekuasaan kehakiman yang dapat menyebabkan tidak bebasnya kekuasaan kehakiman dalam menjalankan fungsinya yang akhirnya akan mengancap prinsip negara hukum.

SELAMAT BERJUANG PARA HAKIM INDONESIA!


[1]“KEMANDIRIAN ANGGARAN PERADILAN, KAPANKAH?”, 13 Februari 2014, (https://www.mahkamahagung.go.id/rnews.asp?bid=3897, akses 14 ‎Februari ‎2014, ‏‎8:25:30 WIB)

[2]Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Nomor 1-2/PUU-XII/2014, tertanggal 13 Februari 2014, halaman 106, (http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/putusan/putusan_sidang_1643_1-2_PUU_2014-telahucap-13Februari2014.pdf, akses 14 ‎Februari ‎2014, ‏‎8:45:25)

0 Responses to “KEMANDIRIAN ANGGARAN KEKUASAAN KEHAKIMAN SUATU KEMUTLAKAN”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated