MOHON KEADILAN

Seorang hakim tidak lagi, seperti halnya di zaman “kadijustiz”, terdiri dari orang-orang bijaksana yang duduk di tengah-tengah  tempat-tempat umum untuk menerima datangnya orang-orang yang berperkara secara langsung. Mereka kini sudah merupakan bagian dari suatu birokrasi nasional. (Satjipto Raharjo, 1976)

Keberadaan birokrasi nasional dalam dunia peradilan menciptakan suatu keadaan yang mensyaratkan kehadiran seorang hakim yang memiliki ijazah fakultas hukum yang memiliki pengetahuan formal hukum sebagai syarat utama dalam mengadili suatu perkara.

Dampak sampingan dari kultur birokrasi nasional adalah masyarakat tidak lagi dengan mudah meminta keadilan di hadapan hakim. Masyarakat yang mempunyai perkara hukum tidak lagi dengan mudah bertemu dengan hakim untuk menanyakan dan memohon keadilan tentang perkara hukumnya.

Masyarakat harus mempergunakan bahasa hukum yang khusus bilamana ia berperkara di muka persidangan. Usaha untuk memperoleh keadilan pada kultur birokrasi menghendaki adanya penggunaan prosedur dan teknis hukum, sehingga untuk memperoleh keadilan sekarang ini menjadi semakin jauh dari rakyat umum.


Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated