AKIBAT HUKUM DARI HAK INGKAR DAN PENGUNDURAN DIRI HAKIM TERKAIT KEKURANGAN HAKIM

Terkini dari berita kompas.com (akses tanggal 26 Juli 2016):

“Pengadilan di Indonesia saat ini kekurangan 1.400 hakim. Kekurangan tersebut dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kinerja hakim dan penyelesaian perkara di setiap pengadilan. Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Heri Swantoro mengatakan, pada setiap pengadilan negeri, seharusnya terdapat dua majelis atau delapan hakim. Namun, dalam kenyataannya, banyak pengadilan memiliki jumlah hakim yang kurang dari angka tersebut. “Berdasar data kami, sebanyak 35 pengadilan negeri bahkan hanya memiliki empat hakim,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke Pengadilan Negeri (PN) Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (14/7/2016).”

Terhubung kepada berita tersebut, penulis teringat akan norma hukum hak ingkar dan hak pengunduran diri, sebagaimana yang dikutip di bawah ini:

  1. Berpedoman pada Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman: “Seorang hakim atau panitera wajib mengundurkan diri dari persidangan apabila ia mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung dengan perkara yang sedang diperiksa, baik atas kehendaknya sendiri maupun atas permintaan pihak yang berperkara.” Pada penjelasan: “Yang dimaksud dengan ‘kepentingan langsung atau tidak langsung’ adalah termasuk apabila hakim atau panitera atau pihak lain pernah menangani perkara tersebut atau perkara tersebut pernah terkait dengan pekerjaan atau jabatan yang bersangkutan sebelumnya.”
  2. Berpedoman pada Buku Pedoman Pelaksaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Buku II, Edisi Revisi, Cetakan ke-5, Mahkamah Agung RI, 2004, halaman114: Pengunduran diri hakim, Hakim tanpa diminta oleh pihak yang berkepentingan wajib mengundurkan diri dari suatu perkara dalam hal ia secara pribadi mempunyai kepentingan langsung maupun tidak langsung dalam perkara itu.

Dari hal demikian, norma hukum “pernah menangani perkara tersebut” tidaklah dijelaskan lebih lanjut, apakah menangani perkara tersebut telah mencapai putusan akhir yang bersifat positif atau negatif.

Sebagai contoh:

  1. Apabila perkara perdata di putus dengan putusan akhir bersifat negatif, yakni “tidak dapat diterima”, kemudian beberapa waktu ke depan pihak penggugat mengajukan lagi gugatan baru. Apakah hal demikian termasuk ke dalam norma hukum “pernah menangani perkara tersebut”.
  2. Apabila hal demikian dianggap sebagai pernah menangani perkara dan dianggap mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung, maka hal tersebut akan berdampak langsung kepada komposisi hakim dalam pengadilan negeri.
  3. Apabila jumlah hakim di pengadilan negeri mengalami kekurangan 1.400 hakim, maka keadaan nomor 2 akan berdampak kepada pelayanan publik untuk pencari keadilan.
  4. Keadaan nomor 3 akan berdampak pada persidangan perkara perdata, karena bilamana majelis hakim yang memutus dengan putusan akhir bersifat negatif (yaitu putusan tidak dapat diterima), maka pemeriksaan perkara perdata tersebut tidak dapat diperiksa lagi dengan majelis hakim yang sama. Bilamana hal demikian termasuk ke dalam norma hukum “mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung, dalam hal pernah menangani perkara tersebut”.
  5. Keadaan nomor 4 akan berlanjut kepada terhentinya pemeriksaan perkara perdata untuk kurun waktu periode empat bulanan. Hal ini mengingat Tim Promosi dan Mutasi dalam kurun waktu 4 bulan.

Sehingga dengan kurangnya tenaga hakim 1.400 hakim yang berdampak pada susunan majelis hakim terdiri dari satu majelis hakim, karena jumlah hakim 4 orang, menjadikan pelayanan publik untuk pemeriksaan perkara perdata dapat terhenti selama kurun waktu minimal 4 bulan.

Semoga perkiraan penulis di atas tidak menjadi kenyataan, karena pemberian keadailan tidak boleh terhenti dengan alasan jumlah hakim kurang.

#HakIngkar   #PengunduranDiri   #Hakim


Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated