PENGANGKATAN ANAK

Pengangkatan anak yang menjadi kewenangan dari pengadilan negeri adalah pengangkatan yang dilakukan dengan adat istiadat dan tidak secara hukum Islam. Hal demikian adalah untuk menentukan kewenangan secara mutlak (absolute competentie) dan berwenang relatif (relative competentie) untuk mengadili perkara permohonan pengangkatan anak;

Berpedoman pada Bab VIII  Pengasuhan dan Pengangkatan Anak, Bagian Kedua  Pengangkatan Anak, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,  telah digariskan kaidah pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dan orangtua kandungnya, serta calon orangtua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat. Juga orangtua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usul dan orangtua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan;

Bahwa anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orangtua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan, dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orangtua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan;

Bahwa pengangkatan anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orangtua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orangtua angkat.

Bahwa orangtua adalah ayah dan/atau ibu kandung, atau ayah dan/atau ibu tiri, atau ayah dan/atau ibu angkat;

Bahwa orangtua angkat adalah orang yang diberi kekuasaan untuk merawat, mendidik, dan membesarkan anak berdasarkan peraturan perundang-undangan dan adat kebiasaan;

Mengingat Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan; juga Pasal 87 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; telah menggariskan kaidah hukum, bahwa pengangkatan anak wajib dilaporkan oleh Warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia berdasarkan penetapan pengadilan di tempat tinggal pemohon kepada Instansi Pelaksana yang menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya salinan penetapan pengadilan oleh pemohon. Sehingga berdasarkan laporan tersebut Pejabat Pencatatan Sipil membuat catatan pinggir pada Register Akta Kelahiran dan Kutipan Akta Kelahiran;

Bahwa dengan demikian sudah menjadi kewajiban hukum bagi pemohon untuk melakukan pencatatan pengangkatan anak dalam perkara ini dengan melaporkannya kepada Instansi Pelaksana yang menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran atas nama anak angkat tersebut, yaitu pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota setempat,  paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya salinan penetapan perkara permohonan pengangkatan anak;

Adapun bunyi dari amar penetapan pengankatan anak adalah sebagai berikut:

Mengingat dan memperhatikan Pasal 39 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak; Pasal 12 dan Pasal 13 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak;

MENETAPKAN:

  1. Mengabulkan permohonan dari Pemohon untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan sah pengangkatan anak yang dilakukan oleh Pemohon yang bernama …… dan …… beralamat di ……. terhadap anak laki-laki/perempuan  bernama ….. umur …… tahun;
  3. Menghukum pemohon untuk membayar biaya perkara permohonan ini hingga pada saat ini seluruhnya ditaksir sebanyak Rp……  (……..);

Adapun bentuk Surat Pernyataan dari Pemohon bisa berbentuk sebagai berikut:

SURAT PERNYATAAN

 

 

Kami yang bertandatangan di bawah ini:

(terdiri dari identitas pemohon lengkap sebagaimana yang terdapat pada Kartu Tanda Penduduk)

 

Dengan ini menyatakan bahwa kami melakukan pengangkatan anak yang bernama … lahir di … pada tanggal … anak … laki-laki/perempuan  yang dilahirkan oleh … adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak.

Selain itu,  kami menyatakan pula sebagai berikut:

  1. Kami pasangan suami istri yang sehat jasmani dan rohani;
  2. Kami telah berumur di atas 30 (tiga puluh) tahun;
  3. Kami bergama Islam sama dengan agama calon anak angkat tersebut;
  4. Kami berkelakukan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan;
  5. Kami berstatus menikah lebih dari 5 (lima) tahun;
  6. Kami tidak merupakan pasangan sejenis;
  7. Kami tidak atau belum mempunyai anak;
  8. Kami dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial;
  9. Kami telah memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orangtua anak;
  10. Kami ada memperoleh laporan sosial dari pekerja sosial setempat;
  11. Kami telah mengasuh calon anak angkat tersebut lebih dari 6 (enam) bulan, sejak izin pengasuhan diberikan; dan
  12. Kami ada memperoleh izin menteri dan/atau kepala instansi sosial.

 

Kami membuat surat pernyataan ini dengan kesadaran penuh, sehat jasmani dan rohani tanpa tekanan apa pun juga.

 

Pemalang, ……………….. .2016

(ditutup dengan tanda tangan di atas meterai oleh Pemohon dan 2(dua) orang saksi, diusahakan sama dengan saksi-saksi yang dihadirkan di muka persidangan)

 

Catatan:

Mohon dilampirkan fotokopi untuk yang menyatakan dan para saksi.

Surat pernyataan ini diajukan sebagai alat bukti tulisan, walaupun sudah ditandatangani di atas meterai, tetap wajib untuk di nazegel (pemeteraian kembali) di kantor Pos oleh Pejabat Pos.

OK,,, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca. Terutama referensi dasar hukum persyarat pengangkatan anak dapat terbaca dan membantu pembaca. Terima kasih.

 

 


Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated