PERBEDAAN EKSEKUSI RIIL DAN PEMBAYARAN SEJUMLAH UANG

Praktek hukum acara perdata yang dilakukan oleh beberapa advokat atau kuasa penggugat sering kali kurang tepat menempatkan  permintaan (petitum) antara meminta menyerahkan sesuatu barang, mengosongkan sebidang tanah atau rumah, melakukan suatu perbuatan tertentu, menghentikan suatu perbuatan atau keadaan, atau membayar sejumlah uang, dalam perkara perdata gugatan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian sejumlah uang;

Permintaan untuk penghukuman dilakukan dengan pembayaran sejumlah uang seringkali dicampur dengan penghukuman uang paksa (dwangsom). Sejatinya penghukuman uang paksa adalah sebagai penghukuman tambahan atas tidak dilaksanakannya secara sukarela penghukuman untuk menyerahkan sesuatu barang, mengosongkan sebidang tanah atau rumah, melakukan suatu perbuatan tertentu, menghentikan suatu perbuatan atau keadaan.

Adakalanya juga menganggap penghukuman pembayaran sejumlah uang disamakan dengan eksekusi sejumlah uang. Hal demikian adalah keliru, karena eksekusi sejumlah uang adalah sebagai pengganti perbuatan yang mesti dilakukan tergugat yang bersifat pribadi, yang hanya dapat diselesaikan tergugat sendiri secara pribadi. Kemudian sampai batas waktu tertentu tergugat tidak mau melaksanakannya dengan sukarela, pihak penggugat dapat meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri untuk pemenuhan putusan melakukan suatu perbuatan dinilai dengan sejumlah uang. Selanjutnya Ketua Pengadilan Negeri yang telah menetapkan sejumlah uang tunai sebagai pengganti perbuatan yang mesti dilakukan tergugat, tetap juga tidak dibayar tergugat, maka pemenuhannya dapat dilakukan dengan eksekusi. Sehingga bentuk awalnya adalah eksekusi riil yang mesti dilakukan tergugat secara pribadi berubah bentuk menjadi ekseksui sejumlah uang (Pasal 225 HIR/Pasal 259 RBg);

Perlu dicermati, bahwa salah satu asas eksekusi hanya dapat dijalankan atas putusan pengadilan yang bersifat kondemnator. Bahwa mengenai ciri putusan yang bersifat kondemnator  adalah dalam amar putusan terdapat pernyataan “penghukuman” terhadap Tergugat untuk melakukan salah satu perbuatan: menyerahkan sesuatu barang, mengosongkan sebidang tanah atau rumah, melakukan suatu perbuatan tertentu, menghentikan suatu perbuatan atau keadaan, atau membayar sejumlah uang;

Penghukuman untuk menyerahkan sesuatu barang, mengosongkan sebidang tanah atau rumah, melakukan suatu perbuatan tertentu, menghentikan suatu perbuatan atau keadaan adalah penghukuman yang berbentuk eksekusi riil;

Adapun penghukuman membayar sejumlah uang adalah penghukuman yang berbentuk eksekusi pembayaran sejumlah uang, selain itu uang paksa (dwangsom) tidak berlaku terhadap tindakan untuk membayar sejumlah uang;

 

Daftar Pustaka: M. Yahya Harahap, 2009, Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata, ed. 2, Sinar Grafika, Jakarta.

 

 

 

 


Jumlah Pengunjung

  • 97,602 pengunjung

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 12 pengikut lainnya

Top Rated